Selasa, 19 Oktober 2010

tak sekedar mahasiswa

aku terkejut ketika membaca nukilan kata dari gramsci di bukunya eko prasetyo, begini bunyinya ".....anak - anak muda menjadi pengecut sekaligus melihat terlalu banyak kepengecutan. kekerasan spiritual yang sedemikian kuat melanda anak- anak muda itu begitu memalukan dan menyedihkan....sekolah - sekolah itu tengah mengalami disintegrasi sebagaimana yang di alami oleh institusi - institusi yang lain, dan dipenuhi dengan segerombolan gangster.....dan tak mungkin bagi negara kita untuk berharap tercipta sebuah pembaharuan masyarakat dari berandal - berandal muda ini...."
ini sebuah kegelisahan yang menimpa pemuda bangsa ini....kampus sepertinya bukan lagi sebagai wadah untuk mencetak generasi yang akan lantang menyuarakan kebenaran dan berani mengoreksi generasi tua, kampus sudah berevolusi menjadi pabrik pencetak tenaga kerja yang nantinya akan masuk dalam ruang gelap kapitalisme....
mahasiswa sudah di cuci otaknya oleh kondisi masyarakat yag sudah terlampau miskin, ya...miskin segala galanya, entah spritual, intelektual,......
" mereka menjadi golongan yang memasang gelar dengan harga jabatan,kekayaan dan kemapanan. sarjana hanya sebuah tiket untuk mendapat kenikmatan hidup. bukan saja hilang semangat perlawanan tapi juga tersungkur sudah kesadaran untuk giat membaca kehidupan " ( eko prasetyo )
disinilah garis pembeda itu, mereka yang masih sadar tak mampu berbuat apa- apa, menahan emosi tidak bisa lama, akhirnya pecah satu kata yang sangat sakral dalam sbuah revolusi sosial: PERLAWANAN....
"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan dituduh subversif dan menganggu keamanan maka hanya ada satu kata : LAWAN ! (wiji tukul)

0 komentar:

Posting Komentar