Kamis, 24 Maret 2011

AIR MATA YANG TAK PERNAH MENGERING

Mungkin, aku tak pernah mengadu padamu
Mungkin, aku tak pernah mengeluh di depanmu
Namun rangkaian hari ini telah mengikis angkuhnya diriku
Melemahkan pasak teguh pendirianku,

Sebelum semuanya kurasa berakhir, aku ingin berbicara padamu, tentang zaman yang belum pernah membelai kita dengan lembut sentuhannya. Tentang langit – langit yang selalu terlihat mendung di mata kita, tentang bunga di taman kita yang kehilangan indah warnanya.

Di dalam gelap ruang hatiku perlahan ku runtuhkan egoku, tertunduk ku terpaku dalam diam lemahku,
Setetes air mata mengalir, bermuara pada rasa cinta yang semakin terbendung......setetes air mata yang ingin menggantikan hadirnya diriku untukmu,...setetes air mata yang ingin mengungkapkan beratnya dunia di pikulku......
Namun kau usah bersedih....

Mungkin, saat ini air mata sedang menetesi batu hati yang keras,
Mungkin air mata sedang membasuh kotor jiwa yang tamak
Namun suatu hari nanti ku yakin, masa panen raya akan tiba, air mata ini akan menjadi telaga yang melenyapkan dahaga......



kalimah syahadah

Ikhwah sekalian.....
Setiap kita adalah muslim, kita semua yang berada di tempat ini telah mengikrarkan kalimatusy syahadah yang mulia, dua kalimah yang ringan di lidah namun memiliki konsekuensi yang sangat berat, oleh karena itu Allah SWT telah menjamin surga baginya, bagi mereka yang mengerti dua kalimah ini, memahami maknanya, dan melaksanakan segala konsekuensinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
فإن الله حرم على النار من قال : لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه اللك
"sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi mereka yang mengucapkan la ilaha illa allah berharap dengannya perjumpaan dengan Allah SWT (ikhlas) ". dan dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa kunci pintu surga adalah kalimat la ilaha illa allah.مفتاح الجنة لا إله إلا الله

Ikhwah.........
Namun kalimah ini bukan hanya sekedar kata yang terucap dari bibir kita. Ia bukan pula hanya berupa keyakinan dalam hati, melainkan lebih dari itu semua, kalimah ini menuntut adanya pembenaran dalam hati, keyakinan mendalam di dalam jiwa akan kebenaran yang dikandungnya, lalu ia menuntut adanya gerakan dan pembuktian dalam amal nyata. Inilah yang kemudian menjadi pembeda antara kaum muslimin dan kafirin, inilah yang kemudian menjadikan umat ini sebagai khoiru ummah. Sebagaimana firman Allah SWT :
“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (3:110)

Ikhwah........
Kalimah ini, ketika ia merasuk dalam jiwa, ia menjadi pemicu perubahan dalam diri seorag muslim. Perubahan total menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT...kita lihat bagaimana mush’ab bin umair, sebelum mengenal islam ia terkenal dengan seorang pemuda yang bergaya hidup mewah, wajah tampannya membuat seluruh wanita muda melirik padanya dan berharap dipinang olehnya, ia adalah sosok pemuda yang tak pernah merasakan kekurangan sedikitpun dalam masalah materi duniawi. Namun apa yang terjadi ketika ia mengenal islam ? kalimah ini merubah dirinya menjadi seorang pemuda yang bersahaja, ia tanggalkan semua kemewahannya itu lalu mengabdikan seluruh hidupnya untuk islam...dan ia pun dipilih oleh nabi menjadi duta kaummuslimin di madinah, Begitu pula umar bin khattab kita telah mengenalnya sebagai seorang yang paling di takuti, disegani dan dengan islam kekuatan yang ia miliki pun digunakan untuk membela Rasulullah dan kaum muslimin, dan begitu pula abu bakar yang lembut, yang Rasulullah pun mumuji beliau dengan perkataan : “ anadaikata aku mengambil seorang sahabat dekat ( khalil ) dari umatku niscay aku menjadikan abu bakar, tetapi cukuplah ia sebagai saudaraku. Dan di dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan ‘ tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi hara abu bakar...seperti itulah sosok abu bakar di mata Rasulullah. Suatu ketika abu bakar mengahadap Rasulullah dan menyerahkan seluruh hartanya kepadanya maka rasulullah bersabda “ lalu apa yang kau tinggalkan untuk anak – anakmu ? maka abu bakar menjawab dengan tanpa keraguan “ cukuplah Allah dan RasulNya yang kutinggalkan untuk mereka!!! subhanallah..... begitulah kalimah syahadah itu telah menghujam, mengakar ke dalam jiwa para sahabat, dan tidak meninggalkan keraguan sedikitpun. Pada zaman merekalah kemuliaan islam menjadi penerang di setiap penjuru alam.

Ikhwah........
Lihatlah keadaan kaum muslimin saat ini, kemana perginya kemuliaan itu ? mengapa cahaya yang dahulu benderang kini kian redup ?. Di dalam sebuah ungkapan dinyatakan “ orang kafir berjalan dalam kegelapan bingung mencari cahaya sedangkan kaum muslimin saat ini tertidur dalam terang benderangnya cahaya......kita patut mempertanyakan dalam diri kita apakah kalimah syahadah yang sangat fasih kita ucapkan dalam setiap sholat telah mampu merubah pribadi kita ? sebagaimana dahulu terjadi pada para sahabat, dan apakah kita telah benar – benar berkomitmen dengan apa yang kita ikrarkan “ Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (6:162) , dan sudahakah kita memiliki tanda – tanda keimanan sebagaimana dalam alqur’an “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (8:2), karena inilah yang dipahami oleh Rasul dan sahabat, dan sepatutnya kita semua mengikuti jejak langkah beliau.

Ikhwah........
Semua ini adalah tugas bagi kita semua dalam sisa – sisa umur yang semakin singkat, mampukah kita menjadikan islam ini sebagai pegangan secara menyeluruh sebagaimana yang di ajarkan oleh nabi muhammad SAW, baik dalam ibadah, akhlak, ekonomi, sosial bahkan dalam kehidupan politik bangsa ? sebagaimana juga yang diperintahkan oleh Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (2:208), atau kita ikut hanyut dalam arus dunia dan menutup mata terhadap segala kerusakan di muka bumi ini ? padahal sungguh hidup dunia hanya sementara.

Ikhwah......
Sungguh tidak akan pernah cukup waktu untuk menerangkan keindahan dan kesempurnaan islam, namun di khutbah kami yang singkat ini ijinkan kami mengajak seluruh jamaah untuk kembali memuhasabah diri, mengintrospeksi diri, sudah seberapa jauh kalimah syahadah itu mempengaruhi diri kita sudah seberapa dalam keimanan kita, dan sampai dimana keseriusan kita dalam melaksanakan seluruh konsekuensi yang terkandung dalam kalimat ini, karena jangan sampai kita termasuk dalam firman Allah : 85. . apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (2:85)