Mungkin, aku tak pernah mengadu padamu
Mungkin, aku tak pernah mengeluh di depanmu
Namun rangkaian hari ini telah mengikis angkuhnya diriku
Melemahkan pasak teguh pendirianku,
Sebelum semuanya kurasa berakhir, aku ingin berbicara padamu, tentang zaman yang belum pernah membelai kita dengan lembut sentuhannya. Tentang langit – langit yang selalu terlihat mendung di mata kita, tentang bunga di taman kita yang kehilangan indah warnanya.
Di dalam gelap ruang hatiku perlahan ku runtuhkan egoku, tertunduk ku terpaku dalam diam lemahku,
Setetes air mata mengalir, bermuara pada rasa cinta yang semakin terbendung......setetes air mata yang ingin menggantikan hadirnya diriku untukmu,...setetes air mata yang ingin mengungkapkan beratnya dunia di pikulku......
Namun kau usah bersedih....
Mungkin, saat ini air mata sedang menetesi batu hati yang keras,
Mungkin air mata sedang membasuh kotor jiwa yang tamak
Namun suatu hari nanti ku yakin, masa panen raya akan tiba, air mata ini akan menjadi telaga yang melenyapkan dahaga......
catatan abu khalil
Kamis, 24 Maret 2011
kalimah syahadah
Ikhwah sekalian.....
Setiap kita adalah muslim, kita semua yang berada di tempat ini telah mengikrarkan kalimatusy syahadah yang mulia, dua kalimah yang ringan di lidah namun memiliki konsekuensi yang sangat berat, oleh karena itu Allah SWT telah menjamin surga baginya, bagi mereka yang mengerti dua kalimah ini, memahami maknanya, dan melaksanakan segala konsekuensinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
فإن الله حرم على النار من قال : لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه اللك
"sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi mereka yang mengucapkan la ilaha illa allah berharap dengannya perjumpaan dengan Allah SWT (ikhlas) ". dan dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa kunci pintu surga adalah kalimat la ilaha illa allah.مفتاح الجنة لا إله إلا الله
Ikhwah.........
Namun kalimah ini bukan hanya sekedar kata yang terucap dari bibir kita. Ia bukan pula hanya berupa keyakinan dalam hati, melainkan lebih dari itu semua, kalimah ini menuntut adanya pembenaran dalam hati, keyakinan mendalam di dalam jiwa akan kebenaran yang dikandungnya, lalu ia menuntut adanya gerakan dan pembuktian dalam amal nyata. Inilah yang kemudian menjadi pembeda antara kaum muslimin dan kafirin, inilah yang kemudian menjadikan umat ini sebagai khoiru ummah. Sebagaimana firman Allah SWT :
“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (3:110)
Ikhwah........
Kalimah ini, ketika ia merasuk dalam jiwa, ia menjadi pemicu perubahan dalam diri seorag muslim. Perubahan total menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT...kita lihat bagaimana mush’ab bin umair, sebelum mengenal islam ia terkenal dengan seorang pemuda yang bergaya hidup mewah, wajah tampannya membuat seluruh wanita muda melirik padanya dan berharap dipinang olehnya, ia adalah sosok pemuda yang tak pernah merasakan kekurangan sedikitpun dalam masalah materi duniawi. Namun apa yang terjadi ketika ia mengenal islam ? kalimah ini merubah dirinya menjadi seorang pemuda yang bersahaja, ia tanggalkan semua kemewahannya itu lalu mengabdikan seluruh hidupnya untuk islam...dan ia pun dipilih oleh nabi menjadi duta kaummuslimin di madinah, Begitu pula umar bin khattab kita telah mengenalnya sebagai seorang yang paling di takuti, disegani dan dengan islam kekuatan yang ia miliki pun digunakan untuk membela Rasulullah dan kaum muslimin, dan begitu pula abu bakar yang lembut, yang Rasulullah pun mumuji beliau dengan perkataan : “ anadaikata aku mengambil seorang sahabat dekat ( khalil ) dari umatku niscay aku menjadikan abu bakar, tetapi cukuplah ia sebagai saudaraku. Dan di dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan ‘ tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi hara abu bakar...seperti itulah sosok abu bakar di mata Rasulullah. Suatu ketika abu bakar mengahadap Rasulullah dan menyerahkan seluruh hartanya kepadanya maka rasulullah bersabda “ lalu apa yang kau tinggalkan untuk anak – anakmu ? maka abu bakar menjawab dengan tanpa keraguan “ cukuplah Allah dan RasulNya yang kutinggalkan untuk mereka!!! subhanallah..... begitulah kalimah syahadah itu telah menghujam, mengakar ke dalam jiwa para sahabat, dan tidak meninggalkan keraguan sedikitpun. Pada zaman merekalah kemuliaan islam menjadi penerang di setiap penjuru alam.
Ikhwah........
Lihatlah keadaan kaum muslimin saat ini, kemana perginya kemuliaan itu ? mengapa cahaya yang dahulu benderang kini kian redup ?. Di dalam sebuah ungkapan dinyatakan “ orang kafir berjalan dalam kegelapan bingung mencari cahaya sedangkan kaum muslimin saat ini tertidur dalam terang benderangnya cahaya......kita patut mempertanyakan dalam diri kita apakah kalimah syahadah yang sangat fasih kita ucapkan dalam setiap sholat telah mampu merubah pribadi kita ? sebagaimana dahulu terjadi pada para sahabat, dan apakah kita telah benar – benar berkomitmen dengan apa yang kita ikrarkan “ Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (6:162) , dan sudahakah kita memiliki tanda – tanda keimanan sebagaimana dalam alqur’an “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (8:2), karena inilah yang dipahami oleh Rasul dan sahabat, dan sepatutnya kita semua mengikuti jejak langkah beliau.
Ikhwah........
Semua ini adalah tugas bagi kita semua dalam sisa – sisa umur yang semakin singkat, mampukah kita menjadikan islam ini sebagai pegangan secara menyeluruh sebagaimana yang di ajarkan oleh nabi muhammad SAW, baik dalam ibadah, akhlak, ekonomi, sosial bahkan dalam kehidupan politik bangsa ? sebagaimana juga yang diperintahkan oleh Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (2:208), atau kita ikut hanyut dalam arus dunia dan menutup mata terhadap segala kerusakan di muka bumi ini ? padahal sungguh hidup dunia hanya sementara.
Ikhwah......
Sungguh tidak akan pernah cukup waktu untuk menerangkan keindahan dan kesempurnaan islam, namun di khutbah kami yang singkat ini ijinkan kami mengajak seluruh jamaah untuk kembali memuhasabah diri, mengintrospeksi diri, sudah seberapa jauh kalimah syahadah itu mempengaruhi diri kita sudah seberapa dalam keimanan kita, dan sampai dimana keseriusan kita dalam melaksanakan seluruh konsekuensi yang terkandung dalam kalimat ini, karena jangan sampai kita termasuk dalam firman Allah : 85. . apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (2:85)
Setiap kita adalah muslim, kita semua yang berada di tempat ini telah mengikrarkan kalimatusy syahadah yang mulia, dua kalimah yang ringan di lidah namun memiliki konsekuensi yang sangat berat, oleh karena itu Allah SWT telah menjamin surga baginya, bagi mereka yang mengerti dua kalimah ini, memahami maknanya, dan melaksanakan segala konsekuensinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
فإن الله حرم على النار من قال : لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه اللك
"sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi mereka yang mengucapkan la ilaha illa allah berharap dengannya perjumpaan dengan Allah SWT (ikhlas) ". dan dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa kunci pintu surga adalah kalimat la ilaha illa allah.مفتاح الجنة لا إله إلا الله
Ikhwah.........
Namun kalimah ini bukan hanya sekedar kata yang terucap dari bibir kita. Ia bukan pula hanya berupa keyakinan dalam hati, melainkan lebih dari itu semua, kalimah ini menuntut adanya pembenaran dalam hati, keyakinan mendalam di dalam jiwa akan kebenaran yang dikandungnya, lalu ia menuntut adanya gerakan dan pembuktian dalam amal nyata. Inilah yang kemudian menjadi pembeda antara kaum muslimin dan kafirin, inilah yang kemudian menjadikan umat ini sebagai khoiru ummah. Sebagaimana firman Allah SWT :
“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (3:110)
Ikhwah........
Kalimah ini, ketika ia merasuk dalam jiwa, ia menjadi pemicu perubahan dalam diri seorag muslim. Perubahan total menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT...kita lihat bagaimana mush’ab bin umair, sebelum mengenal islam ia terkenal dengan seorang pemuda yang bergaya hidup mewah, wajah tampannya membuat seluruh wanita muda melirik padanya dan berharap dipinang olehnya, ia adalah sosok pemuda yang tak pernah merasakan kekurangan sedikitpun dalam masalah materi duniawi. Namun apa yang terjadi ketika ia mengenal islam ? kalimah ini merubah dirinya menjadi seorang pemuda yang bersahaja, ia tanggalkan semua kemewahannya itu lalu mengabdikan seluruh hidupnya untuk islam...dan ia pun dipilih oleh nabi menjadi duta kaummuslimin di madinah, Begitu pula umar bin khattab kita telah mengenalnya sebagai seorang yang paling di takuti, disegani dan dengan islam kekuatan yang ia miliki pun digunakan untuk membela Rasulullah dan kaum muslimin, dan begitu pula abu bakar yang lembut, yang Rasulullah pun mumuji beliau dengan perkataan : “ anadaikata aku mengambil seorang sahabat dekat ( khalil ) dari umatku niscay aku menjadikan abu bakar, tetapi cukuplah ia sebagai saudaraku. Dan di dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan ‘ tidak ada harta seorang pun yang memberikan manfaat kepadaku melebihi hara abu bakar...seperti itulah sosok abu bakar di mata Rasulullah. Suatu ketika abu bakar mengahadap Rasulullah dan menyerahkan seluruh hartanya kepadanya maka rasulullah bersabda “ lalu apa yang kau tinggalkan untuk anak – anakmu ? maka abu bakar menjawab dengan tanpa keraguan “ cukuplah Allah dan RasulNya yang kutinggalkan untuk mereka!!! subhanallah..... begitulah kalimah syahadah itu telah menghujam, mengakar ke dalam jiwa para sahabat, dan tidak meninggalkan keraguan sedikitpun. Pada zaman merekalah kemuliaan islam menjadi penerang di setiap penjuru alam.
Ikhwah........
Lihatlah keadaan kaum muslimin saat ini, kemana perginya kemuliaan itu ? mengapa cahaya yang dahulu benderang kini kian redup ?. Di dalam sebuah ungkapan dinyatakan “ orang kafir berjalan dalam kegelapan bingung mencari cahaya sedangkan kaum muslimin saat ini tertidur dalam terang benderangnya cahaya......kita patut mempertanyakan dalam diri kita apakah kalimah syahadah yang sangat fasih kita ucapkan dalam setiap sholat telah mampu merubah pribadi kita ? sebagaimana dahulu terjadi pada para sahabat, dan apakah kita telah benar – benar berkomitmen dengan apa yang kita ikrarkan “ Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (6:162) , dan sudahakah kita memiliki tanda – tanda keimanan sebagaimana dalam alqur’an “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (8:2), karena inilah yang dipahami oleh Rasul dan sahabat, dan sepatutnya kita semua mengikuti jejak langkah beliau.
Ikhwah........
Semua ini adalah tugas bagi kita semua dalam sisa – sisa umur yang semakin singkat, mampukah kita menjadikan islam ini sebagai pegangan secara menyeluruh sebagaimana yang di ajarkan oleh nabi muhammad SAW, baik dalam ibadah, akhlak, ekonomi, sosial bahkan dalam kehidupan politik bangsa ? sebagaimana juga yang diperintahkan oleh Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (2:208), atau kita ikut hanyut dalam arus dunia dan menutup mata terhadap segala kerusakan di muka bumi ini ? padahal sungguh hidup dunia hanya sementara.
Ikhwah......
Sungguh tidak akan pernah cukup waktu untuk menerangkan keindahan dan kesempurnaan islam, namun di khutbah kami yang singkat ini ijinkan kami mengajak seluruh jamaah untuk kembali memuhasabah diri, mengintrospeksi diri, sudah seberapa jauh kalimah syahadah itu mempengaruhi diri kita sudah seberapa dalam keimanan kita, dan sampai dimana keseriusan kita dalam melaksanakan seluruh konsekuensi yang terkandung dalam kalimat ini, karena jangan sampai kita termasuk dalam firman Allah : 85. . apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (2:85)
Sabtu, 23 Oktober 2010
kejanggalan pandangan politik salafi atas demokrasi
Sebelumnya saya berhusnudzon kepada ikhwah salafy ( sebenarnya saya tidak ingin membeda - bedakan hal ini dalam penyebutan nama, hanya saja ini untuk memudahkan mencerna perbedaan di antara keduanya ) yang sempat menuduh mereka yang masuk dalam partai dan jamaah harakah adalah ahlu bid'ah, saya anggap pernyataan itu wajar apalagi pengetahuan tentang ini hanya mereka dapatkan dari pandangan - pandangan syaikh-nya, bukan atas pemikiran mereka sendiri yang sebenarnya lebih mengetahui kenyataan ( waqi' ) yang terjadi di daerah atau negaranya....begitu pula saya berhusnudzon bahwa semua itu bukanlah untuk menjegal langkah - langkah perbaikan yang di lakukan oleh ikhwah dalam jama'ah haraki melainkan dalam rangka nasehat menasehati dalam kebenaran...
Hal pertama yang harus di luruskan disini adalah bahwa kita ( salafi maupun haraki ) berada dalam aqidah yang sama dan bergerak dalam rangka dakwah ilallah. oleh sebab itu seharusnya kita menumbuhkan wala' diatara kita Allah berfirman;
"dan orang - orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain " (at-taubah;71)
Rasulullah SAW bersabda yag artinya:
"perumpamaan kaum kuslimin dlam cinta kasih,dan lemah lembut serta saling menyayangi antara mereka seperti satu jasad apabila satu anggotanya merasa sakit maka seluruh jasadnya merasakan sakit"
oleh karena itu saya menulis ini pun dalam rangka tabayun agar jangan sampai ada kesalah pahaman yang terlalu dalam, sekaligus mengajak bahwa al wala' yang harus kita bangun adalah wala' terhadap islam dan kaum muslimin dan bukan pada golongan ataupun jama'ah.
Disini saya akan paparkan beberapa kejanggalan yang selama ini saya terima dan pahami dari ikhwah salafy khusus dalam masalah politik dan demokrasi...
1. jika demokrasi adalah haram dan kita wajib menjauhinya lalu bagaimana hukum taat kepada pemimpin yang dipilih dengan sistem haram? jika jawabannya tetap taat selama belum menampakkan kekufuran yang nyata, lalu apakah bukan kekufuran yang nyata apabila mereka lebih mengutamakan dan menjadikan demokrasi sebagai sistem yang sempurna dibandingkan islam?
padahal kami, tidaklah mengatakan bahwa demokrasi adalah sesuai dengan islam tapi kami mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem yang dipaksakan kepada kita dan kita hanya menginginkan untuk mencegah keburukan yang lebih besar jika tidak ada satupun perwakilan umat islam disana..ini adalah jtihad bukan masalah ushul
2. jika kalian mengharamkan pemilu, dan akhirnya memilih untuk golput, bukankah itu berarti sebenarnya anda juga telah setuju dengan pendapat mayoritas yang akan menang nantinya, karena bagaimanapun juga suara individu sangatlah mennetukan dalam pemenangan pemilu, jika disana ada dua calon pemimpin yang satu nasionalis dan yang dari partai islam bukankah lebih baik jika suara kita berikan kepada pemimpin islam tersebut dari pada membuang suara itu, didasari dengan qaidah mengambil mafsadat yang terkecil?
padahal kami, akan selalu mengkaji lebih dalam mana pemimpin yang layak untuk kita pilih, bukan hanya untuk keuntungan partai saja tetapi bagi kemashlahatan umat secara umum.
3. jika tandzim itu adalah perkara bid'ah, tapi bukannya kalau kita lihat kembali sirah nabawiyah bukankah dakwah nabi berfase, berrarti ada pengorganisasian gerakan, tidak asal - asalan, contohnya ketika memutuskan hijrah ke habasya bukankah ini muncul karena wawasan yang luas akan kondisi bangsa - bangsa yang lain, begitu pula ketika memutuskan hijrah ke madinah dan nabi memilih brangkat pada akhir - akhir bersama abu bakar, berarti ini buth pengorganisasian, lagi pula membentuk organisasi bukanlah ibadah berarti selain ibadah pada dasarnya mubah, bukankah begitu?
ini hanya beberapa kejanggalan dalam pandangan politik dari ikhwah salafi, yang saya anggap terkadang tidak konsisiten dan membuat bingung....sedangkan penilaian - penilaian ikhwah salafi terhadap harokah dan tuduhan - tuduhan mereka yang dilontarkan berupa buku - buku dan buletin itu saya lihat tidak pada tempatnya, seharusnya bila niatnya ingin sebuah perbaikan sebaiknya langsung menasehati yang bersangkutan baik itu partai atau jama'ah yang lain, karena bila hanya berbentuk polemik yang disebar ketengah masyarakat, masyaraktpun akan menjadi bingung, padahal menjelaskan kepada mereka hakikat tauhid itu lebih penting daripada mengajak mereka ikut memikirkan perbedaan ini. wallahu a'lam bishowab
semoga tulisan ini mampu menjadi bahan muhasabah bagi kita semua...amien
Kamis, 21 Oktober 2010
Belajar untuk sebuah kehilangan
ada yang datang....ada yang pergi, hilir mudik dalam hidup kita yang singkat ini....kita masih ingat bagaimana kebahagiaan itu muncul saat orang - orang yang kita sayangi datang....memenuhi hari - hari kita dengan tawa dan canda....sampai akhirnya kita lupa, bahwa perjumpaan akan selalu berakhir dengan perpisahan....
Cinta, sebesar apapun dia tidak mampu merubah perpisahan atau mengakhirinya sesuai kehendak kita...Cinta, hanya bisa melihat dari jauh dengan mata yang berkaca - kaca, melambaikan tangannya, mendoakan agar suatu hari nanti takdir mempertemukan kembali.
kita terlalu sibuk menikmati kebahagiaan yang sebentar ini hingga merasa kebahagiaan ini abadi, kita menjadi takut untuk kehilangan, kita berambisi untuk menjadi kekal, berharap akan selalu bersama dengan semua yang kita kasihi, dengan semua yang telah kita peroleh.....
" supaya kamu jangan berduka cita terhadap segala yang luput darimu, dan supaya kamu tidak terlalu bahagia dengan apa yang diberikanNya kepadamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai orangyang sombong lagi membanggakan diri ( al hadid 22-23 )
begitulah Allah menggariskan.....supaya kita memaknai kebahagiaan ini sebagai kesempatan untuk menyadari bahwa apapun yang terjadi di hidup ini bukanlah berada ditangan kita...ada sesuatu yang tak kasat mata bekerja.....mengatur dan memelihara kehidupan ini agar tetap berlanjut....
maka Rasulullah SAW melarang umatnya untuk menangisi dan meratapi kematian itu berlarut - larut...menangislah sewajarnya.....setelah itu bangkitlah.....karena ada banyak kebahagiaan yang akan datang dan terlahir....
meskipun belajar untuk "kehilangan" tidak semudah belajar untuk "menerima"......tapi percayalah bahwa kehilangan - kehilangan yang kita rasakan akan mengajarkan kita bagaimana cara untuk menghadapinya.....
Rabu, 20 Oktober 2010
TENTANG CINTA......
" ketahuilah, cinta sagat penting bagi kalian semua. Cinta sangat penting bagi seorang wartawan. Anda wahai wartawan,apa anada akan membantah bahwa berita paling menghebohkan di abad 20 adalah cinta raja inggris kepada lady simpson,cinta yang membuatnya harus turun dari singgasana kerajaanya? Anda, wahai penyair, apa anda hendak membantah bahwa cintalah yang menyebabkan trjadinya perang troya dan memberi inspirasi homerus untuk membuat syair perang yang selalu dikenang sepanjang zaman? andai, wahai musisi, apa anda hendak membantah kenyataan bahwa sejak ditemukannya seruling dan biola maka keduanya tidak pernah berhenti menyenandungkan lagu cinta? "
kata - kata itu aku kutip dari sebuah cerpen karya DR.taufiq elhakim berjudul dalam perjamuan cinta....sungguh cinta yang rumit..
melangkah aku membuka lembaran para penyair dunia....shakespeare,..goethe, gibran...telah menuliskan rangkaian cerita cinta yang akan selalu dibaca. mereka punya andil besar menjadikan besar nama cinta....
seperti romeo and juliet....teragedi cinta yang akan selalu dikenang begitu pula hamlet,
begitu pula sayap - sayap patah gibran....tidak akan selesai..
cinta itu menjadi semakin rumit, ketika hakikatnya hanya disibak oleh akal yang terbatas...cinta menjadi begitu murah bila ukurannya hanya pelukan hangat atau cumbu mesra mereka yang bercinta.....dan cinta akan menjadi begitu misterius ketika ia diletakkan dalam timbangan perasaan yang tidak pernah objektif....
lalu kapan kita akan merasakan cinta yang begitu murni ? hanya kita yang mampu menjawabnya...karena cinta adalah "ayat" yang setiap orang mampu menafsirkannya......kita hanya harus memperhitungkan untuk dimana kita berdiri lalu melihat cinta dari segala sisinya....
maka, dengarlah dendang syair sapardi joko damono dalam menggambarkan cintanya...
"aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" ( aku ingin, sapardi joko damono )
maka, mampukah kita mencintai dengan sederhana?
sesederhana senyum yang terkembang, perhatian yang terpancar, dan sapa yang mendamaikan?
mampukah kita mencintai dengan tulus, tanpa harus memaksa, tanpa syarat, dan tanpa basa basi kemunafikan???
Selasa, 19 Oktober 2010
mereka tak mau mendengar
walaupun genderang perang telah ditabuh, tapi tetap saja tubuh ini tak mampu bergerak lebih cepat, dia tetap tertatih...terseok -seok dalam ketidak pastian.....
meskipun kilat menyambar, hujan deras membasahi tubuh namun tetap saja tak mampu ia bergegas mencari tempat bernaung......
Hati ini menjadi buta, telinga menjadi tuli, hati menjadi sekeras batu....mati rasa...oleh hantaman kengerian hidup, hujatan nafsu kita tentang kebajikan yang kita anggap tolol...
tak habis pikir, orang - orang pun tidak peduli bahkan pada diri mereka sendiri.....tidak peduli meskipun mereka selalu dibayangi jerat kematian.
aku berdiri sendiri terdiam,
dalam jeratan kejahiliaan inikah aku harus tetap hidup?
dalam kebisuan dan kelemahan jiwa yang tak mampu mengatakan kebenaran?
langkah kakiku terseok.....
tubuhkupun terseret....arus yang semakin deras...
meskipun guntur menggelegar...tetap saja mereka tak mau mendengar...
meskipun kilat menyambar, hujan deras membasahi tubuh namun tetap saja tak mampu ia bergegas mencari tempat bernaung......
Hati ini menjadi buta, telinga menjadi tuli, hati menjadi sekeras batu....mati rasa...oleh hantaman kengerian hidup, hujatan nafsu kita tentang kebajikan yang kita anggap tolol...
tak habis pikir, orang - orang pun tidak peduli bahkan pada diri mereka sendiri.....tidak peduli meskipun mereka selalu dibayangi jerat kematian.
aku berdiri sendiri terdiam,
dalam jeratan kejahiliaan inikah aku harus tetap hidup?
dalam kebisuan dan kelemahan jiwa yang tak mampu mengatakan kebenaran?
langkah kakiku terseok.....
tubuhkupun terseret....arus yang semakin deras...
meskipun guntur menggelegar...tetap saja mereka tak mau mendengar...
tak sekedar mahasiswa
aku terkejut ketika membaca nukilan kata dari gramsci di bukunya eko prasetyo, begini bunyinya ".....anak - anak muda menjadi pengecut sekaligus melihat terlalu banyak kepengecutan. kekerasan spiritual yang sedemikian kuat melanda anak- anak muda itu begitu memalukan dan menyedihkan....sekolah - sekolah itu tengah mengalami disintegrasi sebagaimana yang di alami oleh institusi - institusi yang lain, dan dipenuhi dengan segerombolan gangster.....dan tak mungkin bagi negara kita untuk berharap tercipta sebuah pembaharuan masyarakat dari berandal - berandal muda ini...."
ini sebuah kegelisahan yang menimpa pemuda bangsa ini....kampus sepertinya bukan lagi sebagai wadah untuk mencetak generasi yang akan lantang menyuarakan kebenaran dan berani mengoreksi generasi tua, kampus sudah berevolusi menjadi pabrik pencetak tenaga kerja yang nantinya akan masuk dalam ruang gelap kapitalisme....
mahasiswa sudah di cuci otaknya oleh kondisi masyarakat yag sudah terlampau miskin, ya...miskin segala galanya, entah spritual, intelektual,......
" mereka menjadi golongan yang memasang gelar dengan harga jabatan,kekayaan dan kemapanan. sarjana hanya sebuah tiket untuk mendapat kenikmatan hidup. bukan saja hilang semangat perlawanan tapi juga tersungkur sudah kesadaran untuk giat membaca kehidupan " ( eko prasetyo )
disinilah garis pembeda itu, mereka yang masih sadar tak mampu berbuat apa- apa, menahan emosi tidak bisa lama, akhirnya pecah satu kata yang sangat sakral dalam sbuah revolusi sosial: PERLAWANAN....
"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan dituduh subversif dan menganggu keamanan maka hanya ada satu kata : LAWAN ! (wiji tukul)
Langganan:
Postingan (Atom)