Rabu, 20 Oktober 2010

TENTANG CINTA......

" ketahuilah, cinta sagat penting bagi kalian semua. Cinta sangat penting bagi seorang wartawan. Anda wahai wartawan,apa anada akan membantah bahwa berita paling menghebohkan di abad 20 adalah cinta raja inggris kepada lady simpson,cinta yang membuatnya harus turun dari singgasana kerajaanya? Anda, wahai penyair, apa anda hendak membantah bahwa cintalah yang menyebabkan trjadinya perang troya dan memberi inspirasi homerus untuk membuat syair perang yang selalu dikenang sepanjang zaman? andai, wahai musisi, apa anda hendak membantah kenyataan bahwa sejak ditemukannya seruling dan biola maka keduanya tidak pernah berhenti menyenandungkan lagu cinta? "
kata - kata itu aku kutip dari sebuah cerpen karya DR.taufiq elhakim berjudul dalam perjamuan cinta....sungguh cinta yang rumit..
melangkah aku membuka lembaran para penyair dunia....shakespeare,..goethe, gibran...telah menuliskan rangkaian cerita cinta yang akan selalu dibaca. mereka punya andil besar menjadikan besar nama cinta....
seperti romeo and juliet....teragedi cinta yang akan selalu dikenang begitu pula hamlet,
begitu pula sayap - sayap patah gibran....tidak akan selesai..
cinta itu menjadi semakin rumit, ketika hakikatnya hanya disibak oleh akal yang terbatas...cinta menjadi begitu murah bila ukurannya hanya pelukan hangat atau cumbu mesra mereka yang bercinta.....dan cinta akan menjadi begitu misterius ketika ia diletakkan dalam timbangan perasaan yang tidak pernah objektif....
lalu kapan kita akan merasakan cinta yang begitu murni ? hanya kita yang mampu menjawabnya...karena cinta adalah "ayat" yang setiap orang mampu menafsirkannya......kita hanya harus memperhitungkan untuk dimana kita berdiri lalu melihat cinta dari segala sisinya....
maka, dengarlah dendang syair sapardi joko damono dalam menggambarkan cintanya...
"aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" ( aku ingin, sapardi joko damono )
maka, mampukah kita mencintai dengan sederhana?
sesederhana senyum yang terkembang, perhatian yang terpancar, dan sapa yang mendamaikan?
mampukah kita mencintai dengan tulus, tanpa harus memaksa, tanpa syarat, dan tanpa basa basi kemunafikan???

0 komentar:

Posting Komentar